Kamis, 23 Agustus 2012

Takbir Keliling Bersama “Remaba” (Remaja Masjid Babussalam)


Allahuakbar allahuakbar allahuakbar laa illahaillallahhuallahhuakbar allahuakbar wa lillahilham……..


Assalamu’alaikum…


Akhirnya hari kemenangan umat Islam datang juga. Hari dimana umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri yaitu pada 1 Syawal 1433 H (pada tahun ini 2012). Rasanya senang sekali Allah masih memberikan kita kesempatan, so kita bisa merayakannya bersama keluarga kita tercinta.


Pada tanggal 1 Syawal tepatnya mulai petang hari umat Islam melakukan takbir di Masjid dimana dia biasanya melakukan ibadah. Selain bertempat, di Masjid takbir juga dilakukan dengan keliling. Mungkin teman-teman juga sudah tahu apa yang di maksud takbir keliling. Maksud takbir keliling di sini adalah takbir dengan cara keliling komplek perumahan maupun kecamatan. Takbir keliling ini biasanya menggunakan kendaraan untuk jarak jauh maupun jalan kaki untuk jarak dekat. Peserta takbir keliling ada yang membawa lampion ataupun benda yang bercahaya lainnya.


Setelah aku bercerita tentang apa itu takbir keliling, sekarang aku akan bercerita tentang takbir keliling di Masjidku. Takbir kali (tahun) ini merupakan takbir yang paling menarik dan mengasyikkan bersama “Remaba“. “Remaba“ adalah Remaja Masjid Babussalam. Selain itu hal yang lebih mengasikkan lagi adalah bertemu dengan sosok luar biasa di kampungku. Untuk itu posisikan diri teman-teman dengan senyaman-nyamannya. Karena mungkin teman-teman akan tertawa atau mungkin juga berkata ‘ah, kasihan mereka‘  K. Apapun yang ada di benak teman-teman, tak masalah bagiku. Takbir ini merupakan takbir yang mengasyikkan selama ini....




Takbir keliling di Masjidku yaitu Masjid Babussalam dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2012 sekitar jam 19.30 WIB. Rute takbir keliling adalah start : Pampang – Kedungdowo – Grogol – Karangmojo – Wiyoko – Pulutan – Siraman – Wareng – Pampang. Takbir keliling pada tahun ini menggunakan 5 mobil dan banyak juga yang menggunakan motor. O.. iya teman, hampir saja ketinggalan takbir keliling di Masjid kami juga bertujuan untuk menyiarkan agama Islam. Sebelum malam takbir, kami para Remaba telah menyiapkan apa yang diperlukan pada malam itu. Walaupun, dengan banyak perdebatan dan mungkin ada juga yang masih jengkel.


Takbir keliling tahun ini aku menggunakan motor dengan sepupuku, Vivi Agati. Takbir keliling dimulai dengan doa bersama agar selamat sampai tujuan. Ucapan takbir pun mulai bergema, kami segera berangkat. Awalnya jalan yang kami lewati nyaman-nyaman saja, eh.. beberapa kilometer kemudian jalannya berlubang-lubang dan aku sempat jengkel juga sih. Kaya nggak ada jalan lain apa?. Jalan yang berlubang itu ternyata nggak sampai 1 kilometer so, alhamdullillah kami kembali ke jalan yang nyaman. Takbir ini dimeriahkan dengan teman-teman dari Masjid lain yang ikut bergabung bersama kami (walau hanya sedikit). Disaat itu juga aku melihat sosok luar biasa itu. Ya... bisa dibilang begitu. Seorang yang aku idolakan, umurnya 2 tahun lebih tua dariku. Pengakuan dari banyak orang termasuk aku, dia itu sangat berwibawa dan mungkin juga setiap keberuntungan selalu ada padanya. Termasuk apa yang aku impikan, lebih dulu diraihnya. Menjadi paskibraka, kuliah di Perguruan Tinggi yang aku inginkan, pintar, berwibawa, dll semua ada pada dirinya. Ya... memang aku tidak bisa menjadi paskibraka tapi aku harus bisa lebih dari pada paskibraka. Aku akan buktikan. Aku senang bisa kenal dengannya, dan aku akan lebih senang jika aku bisa meraih impianku seperti apa yang telah dia raih. Ah.. jadi terlalu banyak bercerita tentangnya. Kembali lagi ke takbir keliling. Sesampainya di Lapangan Grogol kami disuruh masuk ke lapangan untuk berhenti / berkumpul dengan para takbir dari Masjid lain. Setelah ditunggu agak lama ternyata orang yang menyuruh kami masuk lapangan itu salah rombongan. Dikiranya kami adalah rombongan takbir dari desanya. Sehingga, kami kembali melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang sedikit marah..


Perjalanan pun berlanjut melewati desa Wiyoko dan Pulutan. Pada perjalanan itu kami menemui kemacetan, karena banyak juga yang takbir keliling dengan berjalan kaki. Tak apalah, macet karena sama-sama takbir keliling. Malah itu membuat kami semakin akrab dengan rombongan Masjid lain. Di sanalah aku menemukan inspirasi seni yang menarik. Lampion. Ya… teman, sebuah lampion, namun tidak seperti lampion biasa yang aku lihat. Di rombongan itu setiap orang membawa lampion dengan warna yang berbeda-beda. Sehingga terlihat lebih indah dengan paduan warna dan gerakan lampion tersebut. Wah… pokoknya membuat kami terkesima deh teman.


Setelah itu perjalanan berlanjut melewati desa Siraman. Walaupun banyak juga rombongan takbir keliling dari Masjid lain namun tidak mengalami kemacetan. Perjalanan itu berlangsung dengan meriah seperti awal perjalanan kami dari Masjid.


Setelah itu kami melewati desa Wareng. Artinya sebentar lagi kami akan  sampai di Masjid. Selama kami melewati sawah-sawah kami juga sempat menghidupkan kembang api. Namun teman, hal yang tidak diinginkan terjadi. Hal yang lebih parah daripada kemacetan. Mau tahu?. Salah satu mobil dari rombongan kami ada yang rusak . Padahal saat itu di jalan yang pinggirnya sawah tanpa ada satupun rumah penduduk. Uh... terpaksa rombongan takbir yang akhwat harus mendorong mobil tersebut. Sempat didorong beberapa kali mobil berhasil jalan. Namun, hanya beberapa meter saja setelah itu harus didorong lagi. Hingga akhirnya dorongan terakhir berhasil, mobil bisa jalan. Senangnya J. Yang membuat aku kurang senang dengan rombonganku sendiri adalah mengapa ketika mobil rusak banyak di antara mereka yang melanjutkan perjalanan lebih dulu tanpa mengutamakan solidaritas sebagai kesatuan rombongan takbir. Huh... mengebalkan. Setelah mobil jadi kami melanjutkan perjalanan sampai di Masjid. Akhirnya, sampai juga.


Dalam takbir kali ini banyak hal menarik yang aku dapatkan, namun ada juga hal menjengkelkan yaitu ketidak solideran rombongan ketika mobil rusak. Saat ini adalah bulan yang suci, dengan sepenuh hati kita harus bisa memaafkan antar sesama. Karena setiap umat manusia itu tidak ada yang sempurna. Sempurna itu hanyalah milik Allah SWT. Aku tetap menganggap takbir kali merupakan takbir yang paling menarik dan menyenangkan J. Pelajaran yang dapat kita petik dari takbir kali ini adalah kita harus selalu mengutamakan solidaritas (kata : Solider!!!!!. Kata berharga yang pertama kali diajarkan saat WPBP oleh kakak-kakak Ekamas#48 dan Ekamas#47). Terutama ketika teman kita sedang mengalami kesusahan, apakah kita tega meninggalkannya? (renungkanlah). ”Utamakan solidaritas untuk tujuan yang baik disetiap kelompokmu“


Wassalamu’alaikum....


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

#Aprilia Erlita


 
;