Jumat, 12 Oktober 2012

Kini, Dimanakah Lagu Anak-anak?



BALONKU ADA LIMA
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu…. Merah muda dan biru
Meletus balon hijau.... dooooor
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat


Inikah zaman yang telah membuat lagu anak-anak jarang dinyanyikaan oleh sang kecil. Salah satunya lagu di atas. Lagu yang seharusnya mereka nyanyikan bersama teman-teman sambil bermain maupun belajar. Lagu yang mempunyai nilai pendidikan, moral dan mendukung perkembangan (otak) anak. Kini, sangat sulit menemui anak menyanyikan lagu yang selayaknya mereka nyanyikan. Bahkan tak jarang juga anak yang tidak bisa menyanyikan lagu tersebut. Sungguh, sangat tragis.


“Banyak anak yang tidak mengalami masa kanak-kanak“. Mungkin bisa juga dikatakan begitu. Karena apa yang seharusnya mereka dapatkan tidak mereka dapatkan. Dan sekarang ini, malah banyak anak-anak yang lebih menyukai lagu-lagu remaja maupun dewasa. Lagu yang tidak selayaknya mereka konsumsi. Lagu remaja dengan penuh makna percintaan dan makna lain di dalamnya yang belum saatnya mereka ketahui. Dengan kata-kata yang memesona lagu tersebut memikat hati anak-anak, itulah awal mulanya. Tidak cukup sampai di situ, selanjutnya anak akan terpengaruh dengan lagu tersebut. Sehingga dapat menimbulkan pergantian pola pikir, peran dan tingkah laku anak yang merasa sok dewasa. Hingga akhirnya anak melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan bahkan menyimpang.

Sebuah kesuksesan jika orang tua berhasil mendidik anaknya, menjadi seorang yang lebih baik dari dirinya. Berawal dari hal yang sangat kecilpun akan berpengaruh terhadap pola pikir anak. Maka dari itu, perlakukan dan berikan apa yang seharusnya anak dapatkan ketika masanya. Bukan malah memberikan apa yang seharusnya belum patut mereka dapatkan. (apr)

Tidak ada komentar :

 
;