Sabtu, 22 September 2012

Sebuah Perjuangan



Salam super !!! Apa kabar teman ..... J
Akhirnya aku bisa ngepost tulisan lagi, setelah sekian lama menghilang dari blog. Haha. Sebenarnya banyak banget yang pengen aku tulis, tapi karena kegiatan yang menyibukkan (sok sibuk haha) jadinya aku tunda buat ngepost di my blog.
Kegiatan sekolah yang benar-benar merupakan sebuah perjuangan yang harus dihadapi siswa SMA kelas 12. Mungkin teman-teman juga tahu sendiri perjuangan kami. Perjuangan menghadapi UN dan SNMPTN. Aku menyebutnya sebagai perjuangan karena semua itu berhubungan dengan impian. Biasanya di sekolahku disebut sebagai “kegiatan pengayaan” dan dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis sore hari dengan 2 mata pelajaran per harinya. Selain itu juga diadakan tutor sebaya pada hari Jumat (sore), Sabtu (sore) dan Minggu (pagi sampai sore). Mungkin jarang juga sekolah yang mengadakan tutor sebaya seperti sekolahku ini. Aku merasa tutor sebaya ini sangat bermanfaat dan membantu, karena pengajarnya adalah teman kita sendiri. Sehingga kita akan merasa leluasa ketika bertanya selain itu kita juga lebih akrab dengan teman-teman yang lain. Tidak sembarang orang juga lho yang bisa menjadi tutor (pengajar), tutor diambil dari siswa yang mempunyai prestasi menonjol pada bidang yang diajarkan. Setiap kelompok tutor sebaya terdiri dari 8 siswa.

Merantaulah



Orang berilmu dan beradap tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah di negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir akan menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

Imam Syafi‘i
 
;